Di Jakarta dengan uang bulanan 1 juta saja?

Seperti saya sebutkan di posting sebelum ini (persis sebelum ini) bahwa jakarta adalah kota yang biaya hidupnya relatif tinggi maka ada konsekuensi penghasilan dituntut relatif tinggi juga. Dan bagi yang belum punya penghasilan relatif tinggi tersebut, maka seakan ada peringatan “Jangan coba-coba nikah kalau tidak mau . . .  (silakan titik2nya dilanjutkan sendiri)”

Secara pribadi saya tidak melihat kebenaran dari pernyataan di atas karena menikah itu tidak disyariatkan punya penghasilan tinggi. Sekurang-kurangnya syarat nikah adalah “mampu”, yakni memiliki kekuatan untuk memenuhi kebutuhan jiwa dan raga istri. Dan seyogyanya kita tidak menjadikan kekurangan finansial sebagai kambing hitam atas kelajangan kita.

Namun, walaupun saya pribadi tidak melihat korelasi antara keberanian menikah dengan kecukupan finansial, di dunia nyata sekitar saya tetap ada ikhwan yang belum menikah karena ia menilai penghasilannya belum mencukupi yang dengannya ia menikahi seorang wanita (atau 2 atau 3 atau 4). Padahal penghasilan ia sebulan sudah mencapai Rp 1 juta.

Apakah benar Rp 1 juta belum mencukupi ? Sungguh saya memiliki teman yang penghasilannya sekitar 1 juta namun ia menikah. Subhanallah. Kalau saya tidak salah ia masih bisa menabung! Tahukah bagaimana ia menyikapi “pas2an keuangan” dengan kondisi jakarta?

  • ia mengontrak rumah per bulan Rp 330,000
  • ia juga makan nasi
  • lauknya adalah kecap, tahu tempe, sayur, dan daging. Mungkin daging tidak sering, tahu tempe lebih dominan.
  • ia juga menyisihkan untuk tabungan 100ribu atau 200ribu
  • ia juga bersedekah (saya pernah melihat ini)
  • oya, dia punya stok indomie dan telur

Mungkin rincian di atas kurang bisa memberikan info yang detail, iya. Tapi yang jelas dia bisa survive. Sehat. Rajin taklim. Kehidupan rumah tangga yang secara zhohir bahagia.

Seringkali kita tidak mensyukuri apa yang kita punya. Sehingga Allah menghukum kita dengan rasa “miskin”, tidak pernah cukup. Dan lain-lainnya. Padahal seandainya kita merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah ‘azza wa jalla, dan bersabar atas cobaan yang kita hadapi, niscaya kita akan merasakan kekayaan yang hakiki. Syaikh ‘Utsaimin di kala menafsirkan kata “fa aghna” dalam surat Adh Dhuha: Yakni kekayaan itu adalah Ash Shobru wal Qonaa’ah. Kekayaan itu adalah senantiasa bersabar, dan merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah ‘azza wa jalla.

Kembali ke 1 juta dan menikah, pertama minta tolong lah kepada Allah untuk selalu mengarahkan jalan hidup kita, memberikan hidayah kepada jalan yang kita tempuh sehingga selamat dari kesalahan-kesalahan. Lalu tempuhlah sebab-sebab yang menjadikan kita bisa mampu untuk menikah. Bersemangatlah atas hal yang memberikan kemanfaatan bagi diri kita. Bekerjalah. Sesungguhnya Nabiyullah Daud ‘Alaihis Salam bekerja dan ia menafkahi keluarganya dengan apa yang ia kerjakan dengan tangannya sendiri. Dan ia menjadi contoh bagi kita. Begitupun dengan Rasulullah, para nabi dan para rasul yang lain. Mereka adalah contoh bagi kita. Lihatlah bagaimana Allah tidak menelantarkan mereka. Allah tidak akan menelantarkan hamba2-Nya yang bertakwa.

Iklan
Categories: Biaya Hidup, Pernikahan | Tag: | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “Di Jakarta dengan uang bulanan 1 juta saja?

  1. Bismillah,

    Insyaallah cukup akhi. Bahkan 900rb bisa mencukupi karena ana pernah dalam kondisi ini. Semuanya ada di dalam hati kita dan tawakkal hanya kepada Allah. Ingatlah Surat Ath Thalaq ayat 2 dan 3 itu yg menjadi motivasi kita. Hayakallah.

    Semoga keluarga antum selalu dalam penjagaan Allah Ar Razzaq. Aamiin

    • ibnu muhammadin

      Iya alhamdulillah. Sama-sama ya. Baarokallaahu fik wa ahlik.

  2. Subhanallah, senantiasa berhemat dan bersyukur kepada Allah SWT.

    • Alhamdulillah. Sekarang sudah lebih dari 1 juta pak. Anak bertambah sudah 4 orang dan sekarang rumah di salah satu Desa di Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: