Sebagian Catatan Pembahasan Dasar dan Pokok Ekonomi Islam.

Pembahas Ustadz Dzulqarnain di Mesjid I’tishom, Jakarta Pusat tanggal 30 April 2011.

Pencatat:

– Nama Akta lahir: Denny Juzaili

– Kuniyah: Abu Muhammad

Profesi pencatat: Pembuat website (0857-15978871), penjual herbal http://www.herbalkesehatan.com, konsultan pemasaran dunia maya (0857-15978871), pemasar kambing aqiqah http://www.aqiqahjakarta.com

Dasar-Dasar Dalam Ekonomi Islam

Dasar 1

Kepemilikan harta adalah milik Allah

Dasar 2:

Manusia hanya diberi amanah terhadap harta yang ada di sisinya

Dasar 3:

Seorang harus mengikuti jalan-jalan syariat dalam memperoleh harta.

Dasar 4:

Di dalam islam harta terbagi menjadi harta pribadi dan harta umum

Rukun-Rukun Dalam Ekonomi Islam

Rukun 1:

•                     Perekonomian islam itu bersifat kepemilikan campur (pribadi dan umum).

•                     Harta  pribadi seperti harta karena warisan, upah, hasil pertanian, hasil peternakan

•                     Harta umum seperti harta dari zakat, jizyah, al huma (tanah yang diebrdayakan yang dimiliki negara), baitul mal, fai, ghonimah, harta yang tanpa pemilik, wakaf yang sifatnya umum.

Rukun 2:

•                     Dalam ekonomi islam terdapat kebebasan namun terikat dengan ketentuan dan syarat.

•                     Karena ada kaidah: “Asal dalam muamalah halal kecuali ada yang larangannya” (atau dengan lafaz yang semakna)

Sebab-sebab muamalah dilarang:

1.            Apabila ada riba

2.            Terdapat ghoror di dalamnya

3.            Segala yang ada qimaar dan maisir

4.            Menjual sesuatu yang tidak dia miliki

5.            Barang yang dijual bersifat haram

6.            Menjual sesuatu yang bersifat kepemilikan umum seperti air sungai (asalnya tidak ada pemilik dan bebas dimanfaatkan)

Syarat (Muamalah Jual beli):

1.            Dengan cara sesuai syariat

2.            Pemerintah boleh turun dawn mengatur.
Contoh: Pemerintah menetapkan harga, menormalkan harga, menertibkan penimbun barang, memerintahkan penimbun barang untuk menjual barang dan dengan harga normal

3.            Tidak ada bahaya dan tidak boleh membahayakan (Laa dhoror wa laa dhiror)
Contoh: Tidak menjual barang di bawah harga pasar.

Rukun 3:

•                     Sifat saling memberikan jaminan untuk orang lain. Bukan untuk dirniya saja.

•                     Prinsip takaaful (Saling menjamin)

Contoh:

1.            Zakat

2.            Baitul Mal

Tujuan:

1.            Untuk menjaga keseimbangan

2.            Untuk menjaga perasaan (orang miskin ke orang kaya)

Dasar Ekonomi Islam

1.            Dibangun di atas kejujuran dan amanah dalam transaksi
Dalil: Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaquuLlaha wa kuunuu ma’ass shoodiqiin

2.            Memberikan pemurahan, kemudahan, dan keluasan.
Hadits: Allah merahmati seseorang yang mudah ketika menjual, mudah ketika membeli, dan mudah ketika membayar hutang.

3.            Saling ridho, keridhoan yang sempurna antara dua pihak yang bertransaksi

4.            Perekonomian islam melarang setiap muamalah yang menyebabkan kezholiman dan menghilangkan persaudaraan

5.            Tidak boleh memanfaatkan kebutuhan orang yang sedang butuh (mengambil manfaat di atas kesulitan orang lain.
Cth: menimbun barang.
Hadits: Tidaklah orang yang menimbun kecuali (sengaja) berbuat dosa

6.            Adil, ihsan, perdamaian
Di dalam islam ada prinsip menjaga rahmat bagi pembeli

7.            Menyempurnakan pekerjaan dengan sebenar-benarnya (itqoon dalam bekerja)

8.            Menunaikan hak orang lain
cth: menjaga hak-hak pekerja.

BEBERAPA PERBEDAAN SISTIM EKONOMI ISLAM DENGAN SISTIM EKONOMI BUATAN MANUSIA

1.            Dari sisi maksud
Islam: memenuhi kebutuhan pokok dan memudahkan beribadah

2.            Dari sisi manhaj
Aqidah, akhlak, kesucian, kecintaan, persaudaraan

3.            Dari sisi pensyariatan
Bersumber dari Al Quran dan sunnah. Dan bertujuan untuk menjaga maksud-maksud dari syariat islam

4.            Dari sisi uslub dan wasilah
Diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat

5.            Dari sisi pondasi, penegak perekonomian tersebut
Zakat, haramnya riba, dll

6.            Dari sisi arus perekonomian
Bebas, bersih, lepas dari ghoror

7.            Dari sisi kepemilikan
Pribadi dan umum

Demikian catatan saya. Jika ada salah maka itu dari saya dan saya meminta ampun kepada Allah. Jika ada kebenaran maka itu dari Allah. Maka kita berlindung kepada Allah dari kesesatan dan melihat baik amalan buruk. Amin.

Categories: Tarbiyah | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: