Lajang dan Bujang Di Tepian Masa

bujang lajang kesepianMentang-mentang sudah punya keluarga dan sudah tidak bujang lagi enak-enak aja ngomongin lajang dan bujang, kata teman: “sekate kate kate ente, hehe”

Sejujur-jujurnya yang melatari saya mau menulis ini adalah karena saya masih ada teman dekat yang dia masih bujang dan dia pengen cepat lepas dari kebujangannya karena yang saya tangkap di kondisinya bujang tidaklah bagus. Dan kalau boleh jujur semestinya semua bujang-bujang atau lajang-lajang di zaman ini tidak merasa aman, karena dalam kondisi dia sangat lemah, banyak rayuan2 menuju kemaksiatan dengan jutaan variasi rayuannya. Saya sebutkan yang saya mampu dari masuknya rayuan2 maksiat: Dari TV, dari Perempuan Menjajakan Tubuhnya secara gratis di jalan2, dari internet, dari campur baur yang dihadapi di jalan2, dan bacaan2 di koran, majalah, buku penuh dengan jualan birahi, video porno, atau cuplikan video porno, atau pembicaraan tak senonoh di antara kawan kantor, dari iklan2 yang digambar di tembok Bus kota, dari tatapan mata para wanita, dari suara2 wanita, dari lenggak-lenggok wanita, dari rambut wanita yang tergerai tanpa tutupan, dari badan wanita tanpa tutupan, daaannn lain-lain sebagainya. KASIHAN SEKALI NASIB BUJANG DAN LAJANG..

Lajang dan bujang di tepian zaman, di Akhir Zaman, yakni ketika proporsi Laki dan Perempuan yang jomplang, perempuan yang banyak sekali, dan mayoritas tidak takut siksa neraka. Ketika di zaman ini susah mencari ketenangan hidup. Ketika di zaman ini orang tua lebih senang anaknya ikut berkompetisi mencari “sampah dan kotoran dunia” daripada mencari “emas dan permata dunia”. Ketika di zaman ini individu2 malu menampakkan kebenaran. Ketika di zaman ini sedikit sekali yang menampakkan identitas keislaman pada dirinya. Ketika di zaman ini banyak ustadz selebritis. Ketika di zaman ini banyak ulama2 palsu berhati iblis. Ketika di zaman ini perempuan tidak betah dipingit di dalam rumah. Ketika Kita HIDUP DI ZAMAN YANG PENUH KERUSAKAN.

Maka bersabarlah wahai bujang dan lajang.

Atau kalian para lajang, lunakkanlah hati2 kalian untuk menerima syariat poligami. Karena pertama itu adalah sunnahnya Rasulullah dan para nabi, dan juga karena di zaman ini laki-laki lebih sedikit daripada kalian.

Dan terakhir, sebentar  saja… Bacalah perkataan Rasulullah di bawah ini…

Dalam  HR. Ibnu Nashar dalam As-Sunnah dengan sanad shahih Rasulullah berkata:

“Sesungguhnya dibelakang hari nanti akan datang hari-hari yang penuh kesabaran. Orang yang berpegang teguh dengan apa yang kalian pegang teguh akan mendapat 50 kali pahala yang kalian peroleh”. Beliau ditanya (oleh sahabat) : “Mungkin 50 kali pahala diantara mereka”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bahkan 50 kali pahala kalian”
Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “Sanadnya Shahih” (Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 394). Adapun Syaikh Muqbil mendhoifkannya.

Sedikit ini, nukilan dari permintaan nasihat dari seorang wanita kepada Lajnah Daimah.

Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya:

Saya ingin meminta nasehat dari anda, Fadhilatusy Syaikh, pada satu masalah yang khusus bagi saya dan seluruh teman-teman saya dari kalangan wanita. Ketahuilah bahwa telah ditentukan oleh Allah bagi kami bahwa kami belum memiliki kesempatan untuk menikah, sementara kami telah melalui usia menikah dan mendekati usia lanjut.

Ini bisa diketahui dan bagi Allah segala pujian serta Allah-lah yang menjadi saksi atas perkataan saya ini. Padahal kami memiliki derajad akhlak dan seluruh dari kami telah meraih gelar kesarjanaan. Akan tetapi inilah nasib kami-Alhamdulilah-dan juga sisi materi, inilah yang menyebabkan tidak seorangpun berani untuk melakukan pernikahan dengan kami.

Sungguh keadaan pernikahan di negeri kami dilakukan atas kerja sama antara suami istri dengan pertimbangan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Saya mengharap nasehat dan petunjuk bagi diri saya dan teman-teman.

Jawaban :

Nasehat yang saya sampaikan kepada para wanita yang seperti ini keadaannya yang tertunda untuk menikah-sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh penanya-untuk berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berdo’a dan menundukkan diri kepada-Nya agar Ia berkenan menyiapkan untuk mereka para suami yang diridhai agama dan akhlak mereka. Bila seseorang jujur niatnya di dalam berdo’a dan berusaha menyingkirkan penghalang-penghalang terkabulnya do’a,maka sungguh Allah Ta’ala berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. (Al Baqarah:186) 

“Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Ghafir:60)

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengurutkan terkabulnya do’a setelah seseorang menyambut panggilan (ajakkan) Allah dan mengimaninya. Maka saya tidak melihat sesuatu yang lebih kuat dibanding sikap berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdo’a dan tunduk kepada-Nya serta menunggu jalan keluar dengan sabar.

Telah tetap riwayat dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya pertolongan (kemenangan) disertai dengan kesabaran, kelonggaran itu disertai dengan kesusahan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.”

Bagi para wanita tersebut dan yang seperti mereka keadaannya, mohonlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memudahkan urusan mereka dan disediakan bagi mereka pria-pria yang shaleh yang menginginkan kebaikkan agama dan dunia mereka. Allahu a’lam. (Fatawa Al Mar’ah hal.58)

Iklan
Categories: Khususnya Lajang, Senandung Hati | Tag: , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Lajang dan Bujang Di Tepian Masa

  1. Fandi

    Mantap, insyaallah secepatnya 🙂

  2. Mantap fan. Buktikan insya ALlah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: