Ketika Seorang Suami Ingin Menambah Istri

Bismillah.

Pagi ini hari jumat yang cerah Alhamdulillah, sudah isi perut, sudah bersih2, masya Allah sudah mendapat curahan nikmat2 dari Allah, n lalu Pengen bikin tulisan tentang “pengen tambah” yang maksudnya pengen tambah istri, hehe (Amin)!!!
Sejujurnya topik pengen tambah ini atau bahasanya poligami or ta’addud sudah kepikir2 dari sebelum menikah hanya waktu belum menikah (yang pertama kali) terpikirnya tentang poligami adalah seputar rasa enak secara fisik yang bisa didapat karena punya banyak istri. Harap dimaklumi waktu itu masih muda pikiran labil tidak berpandangan luas dan bijak, he em!!

Lalu Sekarang, tidak disangka-sangka kok rasanya pengen punya istri lebih dari satu ya, (senyum sedikit dulu) tapi mohon diperhatikan ya motivasinya tidak sama dengan waktu sebelum nikah dulu. (Oh iya, boleh tolong bagi yang tidak suka poligami atau bahkan membenci poligami lebih baik tidak membaca ini lebih lanjut karena nanti saya khawatir kalian sakit hati, dan kalau tidak bertaubat dari kebencian itu saya khawatir kalian dihukum di hari kiamat nanti).

Satu hal dengan hal yang lain itu saling berkaitan. yang dalam kehidupan keluarga yang ingin semaksimal mungkin menegakkan bangunan-bangunan agama (–jangan lupa kalian dengan pondasinya yaitu TAUHID–) seperti menuntut ilmu agama, berjihad fi sabilillah, berdakwah, membangun generasi penerus yang alim dan sholih, di situasi kondisi yang saya hadapi , penilaian Saya berakhir pada kesimpulan: istri lebih dari satu. Hehe, buat banyak orang dikatakan sebagai “mengikuti nafsu doang” , “kesimpulan yang prematur” or ungkapan2 jahat lainnya, silakan dengan pandangan Anda yang rusak, semoga kalian taubat Amin.

Perlu Anda sadari bahwa kita hidup di dunia yang memiliki batas waktu. Dan sayang sekali kita tidak diberitahu kapan batas waktu itu. Sedangkan kita harus berlari untuk mendapatkan ridho Allah. Jadi, kita harus mengEFISIENkan hidup kita. Dan kesimpulan saya, (semoga banyak yang setuju tapi saya tidak mengharapkan pendapat Anda sama sekali) Poligami adalah agent of efficiency. Ini tidak butuh rumus-rumus fisika dengan notasinya. Karena Rumus tersebut  Poligami (P) = Agent of Efficiency (A.E) lahir dari proses penyederhanaan di dalam sanubari dengan mempertimbangkan banyak variabel-variabel kehidupan, Versi Saya!

Sedikit variabel itu adalah:

  1. Target mengikuti Rasulullah semampu semaksimal mungkin
  2. Target banyak anak
  3. Target keluarga belajar agama seumur hidup (dan di sini variabel dominannya)
    variabel turunanya poin ini:
    – Harus alokasi kan waktu untuk belajar, sedangkan waktu untuk mengurus rumah saja sudah banyak sekali, sehingga harus ada saling berbagi tugas
  4. Ingin kehidupan yang penuh ketenangan, dan kita butuh partner2 yang mampu menerima keluh kesah kita
  5. dan lain-lain

Jangan pernah gunakan logika orang-orang katro, ndeso, tidak kenal agama, pluralis, orientalis, antek-antek yahudi, orang kafir, orang yang tidak mengikuti manhaj salaf: dalam pendapat-pendapat mereka tentang poligami. Karena kita berpoligami memiliki dasar-dasar dari Alquran dan dari As Sunnah.

Allah berkata di Alquran Surat An Nisa ayat 3:
“Dan jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Namun jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Iklan
Categories: Senandung Hati, Taaddud | Tag: , , , | 9 Komentar

Navigasi pos

9 thoughts on “Ketika Seorang Suami Ingin Menambah Istri

  1. Siti Umiyati

    Barrokallahu fikum dengan niat bersunah dan memperbanyak generasi solih dan solihah dengan cara berpoligami,sunah yang banyak diabaikan saudara -saudara kita yang kurang memahami syariat

  2. Alhamdulillah, artikelnya sangat memberi inspirasi, makasih Mas 🙂

  3. wih

    Wih hebat skali orang yg tak mau atau tak setuju poligami dblg rusak. Di Quran jg kan itu masalah preferensi, mau tidak mau itu pribadi masing2, seenaknya blg yg tak mau diazab saat yaumul kiamat. Sampeyan ini lucu skli

    • sampeyan itu yang lucu . Yang tak setuju poligami atau dalam arti menolah artinya tidak setuju dengan satu ayat alquran. Coba sini saya tanya: menolak ayat alquran itu akibatnya apa mase?

      Anda tahuilah berbeda “Tidak setuju” dengan “Tidak melakukan”.

      Semoga Allah memberikan petunjuk kepada Anda agar bisa memahami sesuai nash alQuran dan hadits shahih.

    • Barokallahufik. Semoga kita semua diberikan petunjuk untuk menjalani agama Islam dengan benar sesuai koridor dan cara yang mencocoki Rasulullah dan sahabat-sahabatNya dan 2 generasi setelahnya.

      Sebenarnya sudah dikabarkan bahwa akal wanita itu setengah akal laki-laki. dan agamanya wanita itu setengah agama laki-laki.

      Wanita benar-benar butuh bimbingan dari laki-laki, apakah itu bapak-bapaknya atau suaminya atau saudara-saudara laki-lakinya agar bisa diluruskan tindakannya dan mengedepankan agama di atas hawa nafsu dan kesamaran-kesamaran di dalam beragama.

      Terimakasih atas komentarnya ibu WIH.

  4. Wahyu

    Sblm nikah saja penulis sudh kepikiran mo kawin lgi dn bilg krn kpuasan fisik. Berarti jelas sudh diniatkan dn mencari snjta pendukungnya yaitu ats nama ayat Quran. Dan dgn alasan sdrhana pgn membangun byk penerus solih, lalu bs nikah lgi. Knpa tdk melalui jln lain yg sdh disebutkan misalnya dgn berdawah, atau jd guru agama dn bs lbh byk mensolihkan umat. Sbnernya pikiran anda sendirilah yg prematur. Memangny mau brp anak yg anda buat, 1 istri pun sy yakin sanggup membuat belasan anak. Kcuali anda ingin membuat puluhan anak utk mbuat pesantren. Jd lebih baik hormati dan bahagiakanlah istri tercinta kita, sesuai janji ijab kabul selamanya.

    • Barokallahufik. Semoga kita semua diberikan petunjuk untuk menjalani agama Islam dengan benar sesuai koridor dan cara yang mencocoki Rasulullah dan sahabat-sahabatNya dan 2 generasi setelahnya.

      Sebenarnya sudah dikabarkan bahwa akal wanita itu setengah akal laki-laki. dan agamanya wanita itu setengah agama laki-laki.

      Wanita benar-benar butuh bimbingan dari laki-laki, apakah itu bapak-bapaknya atau suaminya atau saudara-saudara laki-lakinya agar bisa diluruskan tindakannya dan mengedepankan agama di atas hawa nafsu dan kesamaran-kesamaran di dalam beragama.

      Terimakasih atas komentarnya ibu Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: