Lahir Normal Lebih Baik Daripada Operasi Sesar

Seberat apapun penderitaan yang dirasakan ketika menjalani proses kelahiran normal, lebih baik daripada melahirkan sesar.

Setidaknya saya, mudah-mudahan Allah memberikan taufik kepada Saya, ingin memberikan beberapa sisi keagungan melahirkan secara normal dibandingkan kelahiran melalui proses bedah sesar.

  • Ini hal yang sangat mulia, bahwa Allah berkata “melahirkan dengan susah payah” di dalam Alquran:
    Allah ‘azza wa jalla berfirman:
    وَوَصَّيْنَا اْلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاَثُونَ شَهْرًا
    “Dan Kami telah mewasiatkan manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandung sampai menyapihnya adalah tigapuluh bulan…” (Al-Ahqaf: 15)Coba saya tanyakan: Apakah melahirkan sesar Anda merasakan suatu proses yang susah payah? Jawabannya tentulah TIDAK. Operasi sesar hanyalah masuk ke ruangan AC, tiduran, diperiksa kondisi badan, dibius lokal, kemudian perut disayat tanpa merasakan sakit karena efek bius, kemudian sang bayi diambil dari perut, kemudian perut sang ibu dijahit sampai menutup semuanya. Tidak seperti melahirkan secara normal di mana sang ibu harus menahan rasa mules yang berlipat-lipat, kemudian mengejan sambil ia menarik nafas dan mengeluarkannya dengan benar, dan ia menanggung resiko pingsan karena kehabisan tenaga, resiko pendarahan, resiko robeknya jalan lahir, atau bahkan “resiko” mati syahid sebagaimana dijanjikan bagi setiap wanita yang meninggal ketika melahirkan.
  • Setiap rasa sakit karena akan melahirkan maka dosa-dosa sang ibu tersebut berguguran sebagaimana bergugurannya daun.

 

Categories: Cinta, Ibu, Kehamilan, Problematika | Tags: , , , , | 7 Komentar

Navigasi pos

7 thoughts on “Lahir Normal Lebih Baik Daripada Operasi Sesar

  1. titi

    maaf sebelumnya, saya kurang setuju dgn anda. saya pernah melahirkan normal & cesar krn mengalami tekanan darah tinggi (preeklampsi), ini saya lakukan demi menyelamatkan nyawa bayi saya. dan setelah secarpun kami mengalami rasa sakit & juga hrs bertaruh nyawa dimeja operasi. mungkin karena anda laki2 dan tidak harus mengalami secar ya. dan tulisan “resiko” mati syahid sebagaimana dijanjikan bagi setiap wanita yang meninggal ketika melahirkan.” maksudnya apa ya ? kalo meninggal ketika secar berarti ga mati syahid gitu ??. maaf kan kalau ada salah dlm komen saya.

  2. Ibu: “resiko” mati syahid sebagaimana dijanjikan bagi setiap wanita yang meninggal ketika melahirkan.” maksudnya apa ya

    Saya: iya kan jelas di nashnya dalam satu hadits bahwa seorang wanita yang meninggal ketika melahirkan maka dia mati syahid.

    Saya: iya sama bu, istri saya juga dua kali melahirkan alhamdulillah ada sesarnya dan juga ada normalnya. Pengorbanannya ketika lahir normal pasti lebih berat dibandingkan lahir sesar. Kalau ibu bagaimana lebih ringan pengorbanan fisik di saat sesar atau ketika lahir normal ?

    hal ini di luar rasa sakit setelah proses melahirkan normal ataupun sesar kan.

    Ibu: maksudnya apa ya ? kalo meninggal ketika secar berarti ga mati syahid gitu

    Saya: saya tidak mengatakan hal itu bu. Yang dimaksud adalah resiko mati syahid ketika melahirkan normal, sudah terbukti secara empiris khan bahwa rate yang meninggal karena sesar sangatlah kecil. Malahan kan operasi sesar dijadikan “alasan” mengurangi resiko meninggal ketika melahirkan.

  3. kl tidak terpaksa saya g kan sesar kt siapa sesar enak g enak bgt.aq ngerasæn 22x..3hr g brtemu keluarga,tangan sakit yg dinfus apalagi kl pas disuntik obt…perut bekas sesar cnat-cnut…g setuju banget dgn artikel ini.

  4. abrar

    sabarrrr….dua duanya baik..normal baik cesar baik…bikin anak lagi aja..itu lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: