Tips dan Trik Mengasuh Anak Baru Lahir

Sebagai orang tua yang baru saja mendapatkan anak, yang masih sangat baru lahir dari dalam rahim, tentu ada cara-cara penanganan terhadap anak baru lahir tersebut yang tidak sama perlakuannya dengan usia-usia setelahnya. Bahkan kalau boleh dikatakan, justru di awal kelahiran ini adalah peletakan dasar paling pertama bagi perkembangan sang anak setelahnya. Imma perkembangan mental, imma perkembangan fisik. Namun di artikel ini saya tidak menyebutkan suatu yang berat… kita tulis yang ringan-ringan saja, biasanya yang ringan lebih mudah diterima, yach.. :

  1. Anak yang baru lahir jangan sering digendongDitidurkan saja… walaupun menangis usahakan tidak digendong…
    Alasan: Kalau sering digendong, sedikit sedikit digendong, nanti sang bayi relatif sulit diminta tenang. Sang bayi cenderung akan tenang setelah digendong. Hal ini tentu membuat orang tua menjadi lebih lelah. Apalagi ketika sang bayi terbangun (otomatis menangislah sang bayi) maka sang ibu atau bapak kesulitan mendiamkannya kecuali sang bayi ditimang-timang terlebih dahulu. Dan kebiasaan ini berlanjut hingga beranjak balita, suka digendong… kalau tidak digendong = menangis..!
  2. Letakkan sang bayi di samping ibunya, dielus elus dan dipeluk peluk. Hal ini membantu kedekatan sang bayi kepada ibu.
  3. Jangan putus asa. Kepada ibu terus berusaha menetekkan anaknya yang baru lahir karena biasanya anak yang baru lahir belum bisa menghisap susu dari tetek ibunya. Sehingga sang ibu perlu bersabar. Jangan langsung ‘menyerah’ dan memberikan susu sapi. Berikan kesempatan kepada anak untuk menikmati susu ibunya sendiri, bukan susu sapi. Kecuali jika sesuai penilaian bidan bahwa air susu ibu kering dan tidak mengeluarkan ASI, maka mau gak mau sang bayi diberikan susu sapi, atau air tajin praktek orang terdahulu.
  4. Jangan lupa diaqiqahkan pada hari ketujuh bayi itu lahir. Dan dicukur rambutnya pada hari ketujuh itu. Dan diberikan nama sang bayi tersebut pada hari ketujuh jika dari awal sudah diniatkan aqiqah pada hari ketujuh. Hal ini sebagaimana datang dari beberapa hadits trasulillah shollallahu ‘alaihi wa sallam.
  5. Lakukan amalan-amalan soleh secara bersemangat mengikuti contoh petunjuk Rasulullah, tulus dan ikhlas hanya mengharapkan wajah Allah.
Iklan
Categories: Amanah, Anak dan Orang Tua, Problematika | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: