Bapak

Budaya Menghukum


LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Baca lebih lanjut

Categories: Anak dan Orang Tua, Bapak, Pendidikan, Tarbiyah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Seperti Menimba Air Dari Sumur


Saya pernah mengikuti sebuah pelajaran yang di dalamnya penulis buku Rambu-Rambu Dalam Menuntut Ilmu menyampaikan ibarat kehidupan adalah seperti seseorang yang sedang menimba air dari dalam sumur; kita bisa terus menarik tali namun tidak tahu kapan timba itu akan sampai ke mulut sumur. Maksudnya, kita bisa terus melihat umur yang sudah kita “angkat” namun kita tidak pernah tahu sampai kapan umur itu akan “naik”. Baca lebih lanjut

Categories: Anak dan Orang Tua, Bapak, Cinta, Kebahagiaan, Senandung Hati | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Bila Suami Berperangai Kasar


(oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah)

Seorang ibu dari tiga anak tampak menahan isak tangisnya ketika menceritakan perlakuan yang diterimanya dari suaminya. Ketidakpedulian, ucapan yang kasar, dan pukulan sudah menjadi kawan dalam hidupnya selama berkeluarga. Sebenarnya sakit di badan sudah tak dirasakan namun sakit di hati terus tersimpan hingga membawanya untuk mengadukan kisah hidupnya dengan satu asa akan ada jalan keluar dari deraan derita. Baca lebih lanjut

Categories: Akhlak, Anak Lelaki, Bapak, Kaum Adam, Suami | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.