Posts Tagged With: berjalan bersama

Posting baru setelah 2 tahun lebih


Alhamdulillah sekarang sudah tahun 2017 bulan September

Dari terakhir posting dan yang ini terbaru sudah banyak kejadian-kejadian yang Allah takdirkan kepada saya Alhamdulillah sekarang berada di sebuah pesantren di Gresik dalam rangka menjalani sebab untuk melindungi keluarga dan khususnya saya sendiri. Nikmat yang sangat besar sekali.

Dan tidaklah terasa apa-apa berupa kesulitan yang terjadi dikarenakan besar sekali nikmat yang kami rasakan sekarang berada di sekitar ilmu. Pagi hari bersama dengan santri-santri yang banyak membaca Al-Quran, terkadang kami pulang langsung ke rumah untuk makan karena pada pukul 05.30 sudah berjalan pelajaran Fiqih Imam Mazhab Asy-Syafi’i yang menggunakan kitab Matan Abu Syuja’ Ghoyah wa Taqrib yang diajarkan oleh Ustadz Kholiful Hadi hafizhahullahu Ta’ala. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Anak dan Orang Tua, Dinamika, Pendidikan, Peran Istri, Tarbiyah, Uncategorized | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Perjalanan Panjang Wanita Rusia (Menggapai dan Mempertahankan Hidayah)


Awal mulanya…

Ia seorang gadis Rusia, berasal dari keluarga yang taat beragama, akan tetapi ia seorang penganut kristen ortodox yang sangat fanatik dengan kristennya.
Salah seorang pedagang R…
usia menawarinya untuk pergi bersama dengan sekelompok gadis-gadis ke negara teluk untuk membeli alat-alat elektronik yang kemudian akan dijual di Rusia. Demikianlah awal kesepakatan antara pedagang dengan gadis-gadis tersebut.

Ketika mereka telah sampai di sana, laki-laki itu mulai menampakkan taringnya dan mengungkapkan niat jahatnya. Ia menawarkan kepada gadis-gadis tersebut profesi tercela. Ia mulai merayu mereka dengan harta yang melimpah dan hubungan yang luas, sampai sebagian besar gadis-gadis itu terpedaya dan akhirnya menerima idenya, kecuali wanita yang satu ini. Ia sangat fanatik dengan agama kristennya sehingga ia menolak. Baca lebih lanjut

Categories: Dinamika, Syariah, Tarbiyah | Tag: , , , , | 6 Komentar

Agar Bahtera Selamat Sampai Tujuan (bagian ke 2)


(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Ishaq al-Atsariyah)

Istri hendaklah menjadi penolong suami dalam hal menjaga iffah (kehormatan diri) dan menghalanginya dari godaan. Oleh karena itu, ia tidak boleh meninggalkan tempat tidur suaminya dan “menghalangi dirinya” dari suaminya. Rasulullah n bersabda,

إِذَا دَعَى الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
“Apabila seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si istri tidak mendatangi suaminya, lalu si suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, niscaya para malaikat akan melaknat si istri sampai pagi hari.” (HR. al-Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 3526) Baca lebih lanjut

Categories: Problematika | Tag: , , | 2 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.