Posts Tagged With: cita-cita

Perjalanan Panjang Wanita Rusia (Menggapai dan Mempertahankan Hidayah)


Awal mulanya…

Ia seorang gadis Rusia, berasal dari keluarga yang taat beragama, akan tetapi ia seorang penganut kristen ortodox yang sangat fanatik dengan kristennya.
Salah seorang pedagang R…
usia menawarinya untuk pergi bersama dengan sekelompok gadis-gadis ke negara teluk untuk membeli alat-alat elektronik yang kemudian akan dijual di Rusia. Demikianlah awal kesepakatan antara pedagang dengan gadis-gadis tersebut.

Ketika mereka telah sampai di sana, laki-laki itu mulai menampakkan taringnya dan mengungkapkan niat jahatnya. Ia menawarkan kepada gadis-gadis tersebut profesi tercela. Ia mulai merayu mereka dengan harta yang melimpah dan hubungan yang luas, sampai sebagian besar gadis-gadis itu terpedaya dan akhirnya menerima idenya, kecuali wanita yang satu ini. Ia sangat fanatik dengan agama kristennya sehingga ia menolak. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Dinamika, Syariah, Tarbiyah | Tag: , , , , | 6 Komentar

Bunda, Kemanakan Engkau Bawa


Anak adalah amanah. Membesarkan anak bukan semata dengan memenuhi berbagai keinginannya. Lebih dari itu, yang paling penting adalah bagaimana menanamkan pemahaman agama sejak dini, sehingga anak bisa mengenal Allah l, Nabi-Nya, serta memiliki akhlak mulia.

Anak adalah karunia dan nikmat dari Allah l. Terasa bahagia hati tatkala melihat mereka, terasa sejuk mata saat memandang mereka. Begitu pun jiwa terasa bahagia dengan keceriaan mereka. Bahkan nikmat Allah l yang satu ini termasuk dalam doa Nabi Zakaria q. Beliau mengatakan,
“Rabb-ku, janganlah Kau membiarkanku seorang diri, sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang mewarisi.” (al-Anbiya: 89) Baca lebih lanjut

Categories: Amanah, Pendidikan | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Mencari Sosok Pendidik Anak


Seorang ibu mengadukan permasalahan putranya, si Fulan. Dia menerima perlakuan yang melampaui batas dari gurunya. Sang guru menjewer telinganya dengan keras sampai cedera dan berdarah bagian dalam telinganya, lantaran si Fulan terlambat masuk kelas. Padahal alasan si Fulan adalah alasan yang bisa diterima.

Di kota lain, si Fulanah yang masih kanak-kanak harus menanggung sakit di bibirnya yang robek berdarah karena tergores kuku tangan seseorang yang mencubitnya, hanya gara-gara ‘salah bicara’. Lagi-lagi justru sang gurulah yang melakukannya. Baca lebih lanjut

Categories: Tarbiyah | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.